Rabu, 02 November 2011

metodologi penelitian


KERANGKA TEORI
DEFINISI TEORI
Teori adalah: sekumpulan konstruk (construct), atau konsep (concept), definisi (definition), proposisi (proposition) yang menggambarkan fenomena secara sistimatis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena alam (Kerlinger dalam Indriantoro & Supomo, 2002:57)
Ada tiga hal pokok yang diungkap dalam definisi teori:
    Elemen terdiri atas konstruk, konsep, definisi dan proposisi
    Elemen-elemen teori memberikan gambaran sistimatis mengenai fenomena melalui penentuan hubungan antar variabel
    Tujuan teori adalah untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena alam 
.
KONSEP
Mengekspresikan suatu abstraksi yang terbentuk melalui generalisasi dari pengamatan terhadap fenomena-fenomena
Konsep merupakan abstraksi dari realitas yang tersusun dengan mengklasifikasikan fenomena (al. berupa obyek, kejadian, atribut atau proses)
Misal: prestasi akademik merupakan konsep yang mengekspresikan abstraksi dari kemampuan belajar mahasiswa
Konsep penelitian merupakan hasil dasar pemikiran peneliti yang kemudian dikomunikasikan kepada orang lain
“apakah kemampuan berkomunikasi mempunyai pengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa”
CONSTRUCT
Merupakan konsep yang lebih abstrak
Merupakan fenomena yang dapat diamati dari banyak dimensi
Contoh: kepuasan kerja, merupakan abstraksi dari fenomena psikologis seseorang terhadap pekerjaan yang dapat diamati berdasarkan persepsi yang bersangkutan terhadap berbagai dimensi lingkungan pekerjaan, al: tugas-tugas yang dikerjakan, atasan, rekan sekerja, kompensasi pekerjaan, promosi karir
Construct digunakan secara sistimatis untuk penelitian ilmiah melalui dua cara
    Mengoperasionalisasikan construct ke dalam konsep-konsep yang dapat diamati dan dikur menjadi variabel penelitian
    Menghubungkan construct yang satu dengan construct yang lain menjadi suatu konstruksi teori. Misal, inovatif dan kreatif merupakan bagian dari fungsi kepuasan kerja dan prestasi kerja
Proposisi
Pernyataan yang berkaitan dengan hubungan antara konsep-konsep yang ada dan pernyataan dari hubungan universal antara kejadian-kejadian yang memiliki karakteristik tertentu
Contoh: kepuasan pelanggan merupakan fungsi dari kinerja produk yang dirasakan oleh pelanggan dan harapan pelanggan terhadap produk tersebut (Kotler, 2000:58)
Menyadari bahwa kepuasan yang tinggi akan mendorong meningkatnya loyalitas konsumen, maka banyak perusahaan bertujuan mencapai Total Customer Satisfac

VARIABEL
Segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai
Sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai
Nilai dapat berbeda pada waktu yang berbeda untuk objek atau orang yang sama, atau nilai dapat berbeda dalam waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda
Proksi atau representasi dari construct yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai
Contoh Variabel
Skor ujian: skor ujian seorang mahasiswa untuk sebuah mata kuliah tertentu dapat berbeda, atau skor ujian mahasiswa yang berbeda untuk mata kuliah yang sama bisa berbeda         skor ujian memiliki nilai yang berbeda sehingga disebut variabel
Motivasi: tingkatan motivasi belajar antar anggota sebuah kelas atau anggota sebuah tim kerja mungkin memiliki nilai yang berbeda-beda, berkisar dari sangat rendah sampai sangat tinggi
JENIS-JENIS VARIABEL
1.Variabel Bebas (independent variable): variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain
2. Variabel Terikat (dependent variable): variabel yang memberikan respon jika dihubungkan dengan variabel bebas
Contoh: apakah kualitas layanan  berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan?
   Kualitas layanan adalah variabel bebas
   Loyalitas pelanggan adalah variabel terikat

3.Variabel moderat:
-        variabel bebas ke dua yang sengaja dipilih untuk menentukan apakah munculnya variabel tersebut berpengaruh terhadap hubungan variabel bebas pertama dengan variabel terikat
-        Merupakan variabel yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah variabel tersebut mengubah hubungan antara variabel terikatnya
-        Contoh: pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan, peneliti memilih “harga” sebagai variabel moderat. Jika berubah maka keberadaan variabel moderat berpengaruh



4. Variabel Kontrol

-      Variabel yang dikontrol peneliti untuk menetralisir pengaruh yang dapat mengganggu hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat
-      Contoh: pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan, variabel kontrolnya adalah tingkat pendidikan

5. Variabel perantara
(intervening variable):

        Faktor yang secara teori berpengaruh pada fenomena yang diamati tetapi tidak dapat dilihat, diukur atau dimanipulasi, namun dampaknya dapat disimpulkan berdasarkan dampat variabel independen dan moderating terhadap fenomena yang diamati
        Contoh: hubungan antara derajad orientasi pasar (informasi pelanggan, informasi pesaing, koordinasi lintas fungsi) dengan kinerja pemasaran (volume penjualan, pertumbuhan pangsa pasar) maka variabel perantaranya adalah tayangan iklan
CARA DALAM MELAKUKAN STUDI PENDAHULUAN
  KAJIAN TEORITIS
  PENELITIAN EMPIRIS
  PENELITIAN KECIL
  KONSULTASI

KAJIAN TEORITIS
Hubungan Antara Teori dan Riset

PROSES TERBENTUKNYA TEORI
.
FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN
Sebagai penjelas
Sebagai prediksi
Sebagai kontrol


CONTOH TELAAH TEORI
Analisis Pengaruh Pemberian Insentif, Lingkungan Kerja, Kepemimpinan, Hubungan antar Teman Sejawat Terhadap Semangat Kerja Karyawan

  Tetapkan nama variabel yang diteliti
  Cari sumber bacaan yang relevan
  Lihat daftar isi buku
  Baca seluruh isi topik
  Deskripsikan teori

CONTOH SISTEMATIKA PENULISAN LANDASAN TEORI
.
PENELITIAN EMPIRIS
PENELITIAN SEBELUMNYA DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK:
    Mengetahui kekurangan-kekurangan penelitian sebelumnya
    Mengetahui apa yang telah dihasilkan dari penelitian sebelumnya
    Mengetahui perbedaan dengan penelitian sebelumnya

PENYAJIAN PENELITIAN EMPIRIS DALAM LAPORAN PENELITIAN
  Bentuk Paragraf
  Bentuk matrik



PENELITIAN KECIL (SMALL RESEARCH)
Penelitian kecil dilakukan dengan melakukan penelitian dengan mengambil sampel kecil untuk memperoleh gambaran tentang apa yang akan kita teliti.

KONSULTASI
Cara ini dilakukan dengan cara bertemu dan meminta informasi tentang apa yang akan kita teliti kepada orang-orang yang dianggap ahli dalam bidangnya.
Keberhasilan teknik ini akan sangat tergantung kepada ketepatan peneliti dalam mememilih nara sumber
Teknik ini sangat cocok jika peneliti memiliki keterbatasan dalam hal waktu dan biaya.

Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran merupakan miniatur keseluruhan dari proses penelitian
Kerangka pemikiran harus menerangkan:
Mengapa penelitian dilakukan ?
Bagaimana proses penelitian dilakukan ?
Apa yang akan diperoleh dari penelitian tersebut?
Untuk apa hasil penelitain diperoleh ?

Sub Struktur Penelitian
Tangible
KERANGKA TEORITIS
Perusahaan
Kerangka Pemikiran
.
PERUMUSAN HIPOTESIS
PENGERTIAN HIPOTESIS
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya.
Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak memerlukan hipotesis

MANFAAT HIPOTESIS
1. Menjelaskan masalah penelitian
2. Menjelaskan variabel-variabel     yang akan diuji
3. Pedoman untuk memilih metode analisis data
4. Dasar untuk membuat kesimpulan penelitian.


CONTOH HIPOTESIS
Ada pengaruh positif yang signifikan pemberian insentif, lingkungan kerja, dan kepemimpinan terhadap semangat kerja karyawan PT. YOSANTA
HIPOTESIS DAPAT MENUJUKKAN:
MASALAH PENELITIAN
VARIABEL PENELITIAN
METODE ANALISIS DATA
KESIMPULAN

DASAR MERUMUSKAN HIPOTESIS
  Berdasarkan pada teori
  Berdasarkan penelitian terdahulu
  Berdasarkan penelitian pendahuluan
  Berdasarkan akal sehat peneliti

PEMBAGIAN HIPOTESIS
    HIPOTESIS DESKRIPTIF
Pelayanan Rumah sakit Enggal Waras tidak Memuaskan
Kinerja Keuangan Bank CBA Baik
Semangat Kerja Karyawan PT. Yasinta Tinggi
    HIPOTESIS KOMPARATIF
Rumah sakit enggal sempuh lebih memuaskan dibandingkan pelayanan rumah sakit enggal waras
Kinerja keuangan bank CBA lebih baik dibandingkan dengan kinerja bank Polli
Semangat kerja karyawan PT.YASINTA lebih tinggi dibandingkan dengan semangat kerja PT.YASINTO
    HIPOTESIS ASOSIATIF
Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien
Jumlah nasabah berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank CBA
Semangat kerja karyawan berpengaruh positif terhadap produktifitas karyawan


HIPOTESIS DESKRIPTIF
Rumusan Masalah: seberapa besar citra produk di kalangan masyarakat?
Hipotesis Penelitian: citra produk perusahaan di kalangan masyarakat kurang dari standar (diasumsikan 80% citra produk perusahaan)
Hipotesis Operasional:
Ho : citra produk perusahaan di kalangan masyarakat sama dengan standar
H1 : citra produk perusahaan di kalangan masyarakat tidak sama dengan standar
HIPOTESIS KOMPARATIF
Rumusan Masalah: Bagaimana sikap masyarakat kota Jakarta dan masyarakat kota Bogor terhadap banjir
Hipotesis : terdapat perbedaan sikap masyarakat kota Jakarta dan Bogor terhadap banjir
Hipotesis Operasional:
Ho : tidak terdapat perbedaan prosentasi sikap masyarakat Jakarta dan Bogor terhadap bajir
H1 : terdapat perbedaan sikap masyarakat kota Jakarta dan Bogor terhadap banjir
HIPOTESIS ASOSIATIF
Rumusan Masalah: adakah hubungan antara tayangan iklan dengan citra produk
Hipotesis :terdapat hubungan antara tayangan iklan dengan citra produk
Hipotesis operasional:
Ho : tidak terdapat hubungan antara tayangan iklan dengan popularitas produk
H1 : terdapat hubungan antara tayangan iklan dengan popularitas produk perusahaan
DALAM SEBUAH PENELITIAN HIPOTESIS DAPAT DINYATAKAN DALAM BEBERAPA BENTUK
  Hipotesis Nol
                Merupakan hipotesis yang menyatakan hubungan atau pengaruh antar variabel sama dengan nol.  Atau dengan kata lain tidak terdapat perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel.
  Hipotesis Alternatif
                Merupakan hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel tidak sama dengan nol.  Atau dengan kata lain terdapat perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel (merupakan kebalikan dari hipotesis alternatif)


Ciri-Ciri Hipotesis Yang Baik:
  Dinyatakan dalam kalimat yang tegas
Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktifitas karyawan (jelas)
Upah memiliki pengaruh yang kurang berarti terhadap produktifitas karyawan (tidak jelas)
    Dapat diuji secara ilmiah
Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktifitas karyawan (dapat diuji)
Batu yang belum pernah terlihat oleh mata manusia dapat berkembang biak (Pada hipotesis ini tidak dapat dibuktikan karena kita tidak dapat mengumpulkan data tentang batu yang belum terlihat manusia)
    Dasar dalam merumuskan hipotesis kuat
Harga barang berpengaruh negatif terhadap permintaan (memiliki dasar kuat yaitu teori permintaan dan penawaran)
Uang saku memiliki pengaruh yang signifikant terhadap jam belajar mahasiswa. (tidak memiliki  dasar kuat)


Cara Mendefinisikan Variabel
Definisi konstitutif adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu konstruk dengan menggunakan konstruk yang lain. Misalnya area = luas lahan. Berat : susahnya suatu masalah diselesaikan
Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstruk dengan cara memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstruk atau variabel tersebut. Definisi dapat berupa definisi yang diukur (measured) (kemampuan adalah uji kemampuan berdasarkan nilai ujian akhir) atau eksperimental

Contoh definisi operasional
Karakteristik Individu: ciri-ciri tertentu yang dimiliki oleh seorang karyawan yang membedakannya dengan orang lain, dimana ciri tersebut dapat menyebabkan perilaku yang positif maupun negatif
  Dalam penelitian ini dimensi dari ciri-ciri  tersebut antara lain: kemampuan, sikap, nilai, kepribadian dan pembelajaran
Kemampuan: merupakan berbagai hal yang berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seorang pegawai untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya. Adapun indikator dari kemampuan adalah: kemampuan konseptual, kemampuan hubungan manusia, kemampuan teknis
Sikap: adalah pernyataan evaluatif, baik yang menguntungkan atau tidak mengenal suatu objek, orang, atau peristiwa. Adapun indikator dari sikap yang dipergunakan adalah: sikap terhadap pekerjaan, sikap terhadap pimpinan, sikap terhadap teman sekerja, sikap terhadap organisasi, sikap terhadap perubahan
.
Operasionalisasi Variabel
 
PENDEFINISIAN DAN PERUMUSAN MASALAH
 

 PERMASALAHAN PENELITIAN
n  MASALAH PENELITIAN SEBAGAI DASAR MENGAPA PENELITIAN DILAKUKAN
n  PERMASALAHAN DITUANGKAN DALAM LATAR BELAKANG PENELITIAN
n  LATAR BELAKANG DIMULAI DARI HAL YANG BERSIFAT UMUM KEMUDIAN MENGERUCUT KE PERMASALAHAN YANG LEBIH SPESIFIK


n  Identifikasi Topik Penelitian
n  SUMBER PERMASALAHAN
DALAM PENELITIAN
      Bersumber dari kehidupan sehari-hari.
n    Adanya penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan
n    Terdapat penyimpangan antar rencana dan kenyataan
n    Terdapat pengaduan
n    Adanya persaingan
      Bersumber pada buku atau penelitian sebelumnya
n    Untuk penyempurnaan
n    Untuk verivikasi
n    Untuk pengembangan

n  Permasalahan yang baik:
      Bermanfaat
      Dapat dilaksanakan
    Kemampuan teori dari peneliti
    Waktu yang tersedia
    Tenaga yang tersedia
    Dana yang tersedia
      Adanya Faktor Pendukung
    Tersedianya Data
    Tersedianya ijin dari pihak berwenang

n  Judul Penelitian
Setelah permasalahan diidentifikasikan dengan tepat langkah berikutnya adalah memberikan nama penelitian “Judul Penelitian”
Dua orientasi dalam meberikan judul penelitian:
      Orientasi Singkat
  Contoh:
  Analisis Kualitas Pelayanan Jasa Perbankan
2. Berorientasi Jelas
n      Jenis Penelitian
n      Obyek yang diteliti
n      Subyek penelitian
n      Lokasi Penelitian
n      Waktu Pelaksanaan Penelitian
Contoh:
Analisis Pengaruh Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah pada Bank-Bank Pemerintah di Purwokerto tahun 2005

n  Judul
n   Merupakan kalimat dan hanya satu kalimat pernyataan, yang terdiri dari kata-kata yang jelas, singkat, deskriptif (berkaitan atau runtut), pernyataan tidak terlalu puitis atau bombastis
n   Merupakan pencerminan atau identitas dari seluruh isi
n   Merupakan gambaran dari “conceptual framework” suatu penelitian
n  Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah
     Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda
     Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih.
     Rumusan masalah hendaknya dinyatakan dalam kalimat tanya



n  Beberapa kesalahan yang terjadi dalam memilih permasalahan penelitian:
n   Permasalahan penelitian tidak diambil dari akar masalah yang sesungguhnya
n   Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai dengan kemampuan peneliti baik dalam penguasaan teori, waktu, tenaga dan dana.
n   Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai dengan faktor-faktor pendukung yang ada.

n  Pembatasan Masalah

n  Klasifikasi Masalah Penelitian
n  Masalah Deskriptif
n  Masalah Komparatif
n  Masalah Asosiatif
n  Masalah Deskriptif
§      Masalah yang berkenaan dengan pertanyaan pada variabel tunggal , tidak mencari perbandingan maupun hubungan
§      Contoh:
-                            Seberapa besar tingkat kepuasan pengunjung?
-                            Seberapa baik komunikasi karyawan PT Telkom Jakarta Timur?
-                            Bagaimana persepsi masyarakat terhadap gempa bumi di Yogyakarta?
n  Masalah Komparatif
§  Masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel dengan variabel lain pada sampel yang berbeda
§  Contoh:
-              Adakah perbedaan gaya kepemimpinan manajer pria dengan manajer wanita?
Adakah perbedaan kualitas pelayanan antara hotel bintang 3 dan 5?
n   Masalah Asosiatif
§      Masalah penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih.
§      Bentuk hubungan itu adalah:
    Simetris
    Kausal
    Timbal balik

n  Bentuk hubungan Masalah Asosiatif
  Simetris: hubungan dua atau lebih variabel yang muncul secara bersamaan
    Contoh: adakah hubungan antara gempa bumi dengan kenaikan harga beras?
  Kausal: hubungan sebab akibat antara variabel independen dengan variabel dependen
    Contoh: adakah pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan?
  Timbal balik: hubungan yang saling mempengaruhi antara dua variabel, tidak diketahui variabel dependen maupun independen
    Contoh: hubungan antara motivasi dan kemampuan. Motivasi mempengaruhi kemampuan, sebaliknya kemampuan mempengaruhi motivasi


n  Tujuan dan
Manfaat Penelitian
n   Rumusan tujuan penelitian selalu konsisten dengan rumusan masalah. Berapa banyak masalah dirumuskan, sebanyak itu juga tujuan yang akan dicapai.
n   Manfaat/kegunaan penelitian ada 2 macam:
     Secara teoritis: Berguna sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
     Secara praktis: Berguna sebagai upaya yang dapat dipetik langsung manfaatnya.




n  Tinjauan Pustaka
n  Identifikasi, lokasi dan analisis dari dokumen yang berisi informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian secara sistematis
n  Dokumen meliputi jurnal, abstrak, tinjauan, buku, data statistik, dan laporan penelitian yang relevan
n  Tujuan Tinjauan Pustaka
n   Untuk melihat apa saja yang pernal dilakukan sehubungan dengan masalah yang diteliti
n   Menghindarkan diri dari kekurangan yang ada pada penelitian sebelumnya
n   Menghasilkan pengertian dan pandangan yang lebih jauh tentang permasalahan yang diteliti
n   Lebih tajam dalam menginterpretasi hasil penelitian
n   Menghindari diri dari duplikasi penelitian



PENGUKURAN DAN PEMILIHAN SAMPEL PENELITIAN
  TUJUAN PEMBAHASAN
    Mendefinisikan populasi, sampel, elemen, subjek, populasi target, kerangka sampel, dan unit sampel
    Menjelaskan alasan penelitian dengan menggunakan sampel dan hubungan antara sampel dengan populasi
    Menjelaskan tujuan dan tahap-tahap pemilihan sampel
    Membahas metode pemilihan sampel probabilitas dan nonprobabilitas
    Membahas penentuan ukuran sampel
    Menjelaskan kesalahan pemilihan sampel dan kesalahan sistimatis (non sampling)

  Desain Pengukuran

1.      Skala Likert
2.             Skala Guttman
3.             Skala Semantic Deferensial
4.             Skala Rating

               

  SKALA LIKERT
  Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial.
  Contoh:
       Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan.
       a. Sangat setuju                            skor 5
       b. Setuju                                       skor 4
       c. Kurang setuju                          skor 3
       d. Tidak setuju                             skor 2
       e. Sangat tidak setuju                  skor 1

  SKALA GUTTMAN
  Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.
  Misalnya :
       Ya                         Tidak
Baik                   Buruk
Pernah              Belum Pernah
Punya                Tidak Punya


  Skala Semantik Deferensial
  Skala ini digunakan untuk mengukur sikap  tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinum dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan.
  Contoh:
       Bagaimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit
     ini ?




  SKALA RATING
  Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif  kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif.
Contoh:
       Kenyaman ruang loby Bank  CBA:
       5     4        3          2          1         
      
       Kebersihan ruang parkir Bank  CBA:
       5     4        3          2          1

  Desain Skala
Skala dalam penelitian ada empat tingkatan:
    Skala Nominal
    Skala Ordinal
    Skala Interval
    Skala Rasio


  SKALA NOMINAL
  Skala nominal adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori saja
  Contoh:
       Wanita                  1
       Laki-laki   2

  SKALA ORDINAL
  Skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas.
  Contoh:
       Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya !
       Sri Ratu………………………               1
       Moro …………………………              3
       Matahari …………………..                               5
       Rita I ……………………….                  2
       Rita II ………………………                 4
       Super Ekonomi ………….                                  6

  SKALA INTERVAL
  Skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah  jelas, namun belum memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak.
Contoh:
Skala Pada Termometer
Skala Pada Jam
Skala Pada Tanggal

  SKALA RASIO
Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah  jelas, dan  memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak .
Contoh:
Berat Badan
Pendapatan
Hasil Penjualan

  Ringkasan Tentang Skala
  POPULASI dan SAMPEL
  Populasi (population) adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu.
  Anggota populasi disebut dengan elemen populasi
  Sampel adalah sebagain dari elemen populasi
  Unit sampel adalah suatu elemen atau sekelompok elemen yang menjadi dasar untuk dipilih sebagai sampel
Pertimbangan Dalam
Menentukan Sampel
    Seberapa besar keragaman populasi
    Berapa besar tingkat keyakinan yang kita perlukan
    Berapa toleransi tingkat kesalahan dapat diterima
    Apa tujuan penelitian yang akan dilakukan
    Keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti


  Alasan Pemilihan Sampel
    Jika jumlah elemen populasi relatif banyak, akan diperlukan biaya dan tenaga yang relatif tidak sedikit
    Kualitas data yang dihasilkan oleh penelitian sampel sering lebih baik dibandingkan dengan hasil sensus, karena proses pengumpulan dan analisis data sampel yang relatif sedikt daripada data populasi dapat dilakukan relatif lebih teliti.
    Mengurangi jangka waktu antara saat timbulnya kebutuhan informasi hasil penelitian dengan saat tersedianya informasi yang diperlukan
    Diperlukan terutama dalam kasus pengujian yang bersifat merusak. Misal, pada perusahaan bola lampu
  Alasan Sensus
  Populasi relatif sedikit
  Variabilitas setiap elemen relatif tinggi (heterogen)
  Penelitian dilakukan untuk menjelaskan karakteristik setiap elemen dari populasi
  Kriteria Pemilihan sampel
1.Akurasi.
      Sampel yang akurat adalah sejauh mana statistik sampel dapat mengestimasi parameter populasi dengan tepat. Akurasi berkaitan dengan tingkat keyakinan (confidence level)
      Tingkat keyakinan dalam statistik dinyatakan dalam persentase. Jika dinyatakan tingkat keyakinan 95%, maka berarti akurasi statistik sampel dapat mengestimasi parameter populasinya dengan benar adalah 95% dan probabilitas bahwa estimasi hasil penelitian tidak benar adalah 5% yang dinyatakan dengan tingkat signifikansi (significance level) sebesar 0,05 (p 0,05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar